Kisah ini aku pernah baca di sebuah koran Suara Merdeka beberapa waktu yang lalu. Dalam kisah ini diceritakan seorang gadis yg terlahir lumpuh, bisu, dan tuli. Gadis ini mampu bertahan hidup hingga sekarang dalam usia sekitar akhir belasan / awal-awal 20-an. Dia hanya bisa berbaring tergolek di tempat tidur, praktis hidupnya sangat bergantung pada orang lain. Padahal orang tuanya adalah penduduk kampung yg miskin. Begitulah hari-hari gadis itu hanya berkutat di tempat tidur, tidak bisa kemana-mana. Dalam koran itu si gadis sempat difoto, terlihat hanya pandangan mata yg menatap serta berkaca-kaca dan air matanya nampak keluar. Sungguh memilukan dan memprihatinkan.
Di usia remaja seorang gadis harus mengalami suatu keadaan yg sedemikian rupa. Yang mana gadis-gadis seusianya mungkin telah disibukkan dgn materialisme & hedonisme di jaman yg edan ini, dia menanggung penderitaan yang mungkin tidak terbayangkan oleh gadis-gadis seusianya. Bagaimana dia bisa bekerja / mencari rizki bila keadaannya begitu, atau bagaimana ia bisa mendapat jodoh ?, begitu aku pernah berpikir. Aku jadi merenungi keadaanku, sudah 30 tahun aku hidup di dunia. Aku belum juga dapat kerja / kemandirian yg layak, jodoh belum juga aku dapatkan. Kisah dari gadis ini membuatku terbuka, bahwa penderitaan / perjuangan yg aku atau kita semua alami masih ada yg lebih menderita / sangat keras berjuang dalam bertahan hidup di dunia ini.
Aku hanya bisa berdoa agar gadis tadi diberi ketabahan / kekuatan dalam melanjutkan kehidupan ini, memang kehidupan di dunia ini bukan kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yg sebenarnya / yg ideal hanya di akhirat nanti.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar