Karomah atau keramat dalam bahasa Indonesianya, adalah suatu keistimewaan / kelebihan yg luar biasa yg diberikan ALLOH SWT kepada hamba-hamba NYA yang sholeh / betul-betul mengabdi secara total dalam hidupnya hanya kpd NYA.Karomah ini dibagi menjadi 3 macam, yaitu : karomah LAHIRIAH, karomah BATINIAH, dan karomah yg PALING AGUNG.
Karomah LAHIRIAH itu adalah kelebihan / keistimewaan yg nampak secara lahir. Misalnya: dapat terbang, dapat berjalan di atas air, kebal terhadap senjata tajam / peluru, dapat berjalan cepat atau cepat sampai pada tujuan, dll.
Karomah BATINIAH adalah kelebihan / keistimewaan seorang hamba ALLOH dalam keISTIQOMAHan nya dalam mengabdi / menjalani ibadah pada ALLOH SWT. Selalu kuat dalam menjaga ingat / dzikirnya kpd ALLOH SWT. Punya ahlak yg bagus dan terus konsisten dgn prinsip-prinsip keimanannya.
Sedangkan karomah yg PALING AGUNG adalah kelebihan / keistimewaan seorang hamba ALLOH SWT yg total mengabdikan dirinya baik lahiriah / pun batiniah kpd Dzat yg MAHA AGUNG. Dia sangat pasrah kpd ALLOH SWT. Menjalani hidup dengan syariah ALLOH secara maksimal. Apapun yg terjadi selalu dia syukuri / selalu memuji ALLOH SWT, baik di kala senang / sehat / lapang ataupun di kala sakit / sempit / susah. Pokoknya total hanya ALLOH SWT yg mengisi pikiran,relung jiwa, semangat, hati dan motivasi serta CINTA nya.
Saya sebagai moslem cenderung memilih bagaimana kita sbg hamba-hamba ALLOH SWT untuk dapat memiliki karomah BATINIAH & karomah yg PALING AGUNG ini, kita harus terus memperbaiki diri dan berMUJAHADAH untuk bisa sampai ke level ini. Sedangkan karomah LAHIRIAH dapat kita abaikan saja. Tapi bila ALLOH SWT menghendaki kita tidak usah menolaknya, anggap saja sebagai bonus. Tapi bagaimanapun juga karomah no 2 dan 3 saja yg kita kejar, kalau yg no 1 takutnya nanti kita bisa ujub dan sombong sehingga nantinya malah melupakan hakekat yg sesungguhnya yaitu pengabdian kpd ALLOH SWT.
( Tulisan ini bersumber dari ceramah KH. Ahmad Asrori Al Ishaki ra. di radio RASIKA WAVA 100.1 FM Semarang )

1 komentar:
Ini ada cerita menarik dari Subhan seorang Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan dunia As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Ahmad Zaini Abdul Ghani Al-Idrus yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Ijai keturunan Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Saiyid Abu Bakar bin Saiyid Abdullah al-’Aidrus bin Saiyid Abu Bakar as-Sakran bin Saiyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Saiyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-’Aidrus. Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.
Posting Komentar